Surabaya, 17 Februari 2026 – Warga Surabaya kedatangan keseruan Imlek 2026 dengan deretan pertunjukan barongsai gratis di lima lokasi ikonik, memadukan tradisi Tionghoa kuno dengan semarak modern demi rayakan Tahun Kuda Api yang penuh hoki.
Jadwal dan Lokasi Utama
Lima spot terbaik untuk nonton barongsai mencakup pusat perbelanjaan ramai seperti Royal Plaza Surabaya yang gelar performa harian mulai 12 Februari hingga 22 Februari, lengkap dengan Bian Lian dan drama Cheng Ho—acara gratis ini jadi magnet keluarga meski keramaian ekstrem sering bikin akses sulit bagi lansia. Kritikus budaya pertanyakan apakah event semacam ini autentik pelestarian warisan atau gimmick komersial mal untuk dorong pengunjung belanja, mirip kritik tahun lalu saat antrean panjang picu kemacetan kota.
Selain itu, ITC Surabaya hadirkan barongsai keliling pada 1, 8, 15, dan 17 Februari pukul 12.00-13.00 WIB, sementara elemen kostum barongsai yang memukau terinspirasi kain tradisional berkualitas tinggi ala https://https://beckysbridalformalfabrics.com/ untuk tampilan lebih hidup dan tahan lama di panggung luar ruang.
Detail Atraksi Lainnya
Grand City Mall pamerkan barongsai pukul 18.00 WIB pada 8, 14, 15, 17 Februari (kecuali 14 mulai 16.00), dikombinasi bazar kuliner 50+ tenant, sedangkan Grand Pakuwon fokus Lion Dance pada 14, 15, 17 Februari—semua gratis tapi tanpa protokol kesehatan ketat pasca-pandemi, picu kekhawatiran lonjakan kasus. Anekajaya Sambiroto tambah lomba fashion show anak pada 22 Februari pukul 16.00 WIB, ciptakan pengalaman interaktif tapi dikritik kurang inklusif karena minim akses difabel di area terbuka.
Kembang Jepun sebagai pusat Pecinan gelar Kya-Kya Chunjie Fest 14-16 Februari pukul 18.00-22.00 WIB, dengan lampion dan kuliner autentik yang tarik ribuan—namun, secara kritis, kawasan ini rawan overcrowding, mirip insiden 2025 saat pengunjung terlalu padat ganggu warga lokal.
Makna Budaya dan Kritik
Barongsai simbol kekuatan dan keberuntungan Tionghoa, kini jadi jembatan harmoni multikultural di Surabaya, tapi para antropolog desak lebih dari tarian: edukasi sejarah di baliknya agar tak sekadar hiburan sesaat. Pemerintah kota targetkan 100.000 pengunjung, tapi tanpa transportasi umum ekstra, event ini berisiko tambah polusi lalu lintas—isu krusial di kota metropolitan Jawa Timur.
Harapan ke depan: integrasi teknologi AR untuk virtual barongsai bagi yang tak bisa datang, dorong inklusivitas sambil jaga tradisi tetap relevan di era digital 2026.